Para Pria Ingat Dan Berbaktilah Pada Orang Tuamu Walaupun Kalian Telah Menikah, Bila Tak Mau Azab Ini Menimpa Dirimu.

Dalam hidup sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang anak untuk ingat dan berbakti pada orang tua kita sendiri.

Bahkan ada peribahasa Surga ditelapak kaki ibumu, itu memang sungguh adanya.

Akhir-akhir ini banyak pria yang telah menikah, Disadari atau tidak, walaupun sudah menikah dan memiliki anak, kita tetap harus berbakti kepada kedua orangtua kita.

Seorang pria walaupun sudah menikah, ia tetap memiliki tanggungjawab kepada kedua orangtuanya dan berbakti serta merawat orangtuanya jika sudah lanjut usia.

Jangan sampai hati orangtua tersakiti dan kita lebih memilih istri ketimbang orangtua kita sendiri.

Seperti kisah di zaman Rasulullah ini yang durhaka kepada orangtuanya karena lebih menuruti perintah istrinya dan lebih memilih istrinya ketimbang orangtuanya sendiri.

Berikut kisah seorang pemuda yang durhaka kepada orangtuanya di zaman Rasulullah seperti yang dikutip dari seribusatukisahislami.blogspot.co.id yang dapat diambil hikmahnya dan menjadi pelajaran bagi kita agar lebih berbakti kepada kedua orangtua.

Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqomah, ia sangat rajin beribadat.

Suatu hari ia tiba-tiba jatuh sakit yang sangat kuat, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah dan mengatakan suaminya sakit kuat dan dalam naza sakaratul maut.

Apabila berita ini sampai kepada Rasulullah, maka Rasulullah menyuruh Bilal ra, Ali ra, Salamam ra dan Ammar ra supaya pergi melihat keadaan Alqomah.

Apabila mereka sampai ke rumah Alqomah, mereka terus mendapatkan Alqomah sambil membantunya membacakan kalimah La-ilaa-ha-illallah, tetapi lidah Alqomah tidak dapat menyebutnya.

Ketika para sahabat mendapati bahawa Alqomah pasti akan mati, maka mereka menyuruh Bilal r.a supaya memberitahu Rasulullah tentang keadaan Alqomah.

Apabila Bilal sampai dirumah Rasulullah, maka bilal menceritakan segala hal yang berlaku kepada Alqomah.

Lalu Rasulullah bertanya kepada Bilal; "Wahai Bilal apakah ayah Alqomah masih hidup?" jawab Bilal r.a, " Tidak, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya".

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal; "Pergilah kamu kepada ibunya dan sampaikan salamku, dan katakan kepadanya kalau dia dapat berjalan, suruh dia datang berjumpaku, kalau dia tidak dapat berjalan katakan aku akan kerumahnya".

Maka apabila Bilal sampai kerumah ibu Alqomah, lalu ia berkata seperti yang Rasulullah kata kepadanya, maka berkata ibu Alqomah; " Aku lebih patut pergi berjumpa Rasulullah".

Lalu ibu Alqomah mengangkat tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah Rasulullah. Maka bertanya Nabi SAW kepada ibu Alqomah; "Terangkan kepada ku perkara yang sebenar tentang Alqomah, jika kamu berdusta nescaya akan turun wahyu kepadaku".

Berkata Nabi lagi; "Bagaimana keadaan Alqomah?", jawab ibunya; "Ia sangat rajin beribadat, ia sembahyang, berpuasa dan sangat suka bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui banyaknya".

Bertanya Rasulullah; "Bagaimana hubungan kamu dengan dia?", jawab ibunya; " Aku murka kepadanya", lalu Rasulullah bertanya; "Mengapa", jawab ibunya; "Kerana ia patut mengutamakan aku dari isterinya, dan menurut kata-kata isterinya sehingga ia menentangku".

Maka berkata Rasulullah; "Murka kamu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap La iilaa ha illallah", kemudian Nabi SAW menyuruh Bilal mencari kayu api untuk membakar Alqomah.

Apabila ibu Alqomah mendengar perintah Rasulullah lalu ia bertanya; "Wahai Rasulullah, kamu hendak membakar putera ku didepan mataku?, bagaimana hatiku dapat menerimanya".

Kemudian berkata Nabi SAW; "Wahai ibu Alqomah, siksa Allah itu lebih berat dan kekal, oleh itu jika kamu mahu Allah mengampunkan dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya", demi Allah yang jiwaku ditangannya, tidak akan guna sembahyangnya, sedekahnya, selagi kamu murka kepadanya".

Maka berkata ibu Alqomah sambil mengangkat kedua tangannya; "Ya Rasulullah, aku persaksikan kepada Allah dilangit dan kau Ya Rasulullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahawa aku redha pada anakku Alqomah".

Maka Rasulullah mengarahkan Bilal pergi melihat Alqomah sambil berkata; "Pergilah kamu wahai Bilal, lihat sama ada Alqomah dapat mengucapkan La iilaa ha illallah atau tidak".

Berkata Rasulullah lagi kepada Bilal ; "Aku khawatir kalau kalau ibu Alqomah mengucapkan itu semata-mata kerana pada aku dan bukan dari hatinya".

Maka apabila Bilal sampai di rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah menyebut; "La iilaa ha illallah". Lalu Bilal masuk sambil berkata;

"Wahai semua orang yang berada disini, ketahuilah sesungguhnya murka ibunya telah menghalang Alqomah dari dapat mengucapkan kalimah La iila ha illallah, kerana redha ibunyalah maka Alqomah dapat menyebut kalimah syahadat".

Maka Alqomah meninggal pada waktu sebaik saja dia mengucap.

Maka Rasulullah SAW pun sampai di rumah Alqomah sambil berkata; "Segeralah mandi dan kafankan", lalu disembahyangkan oleh Nabi SAW dan sesudah dikuburkan maka berkata Nabi SAW sambil berdiri dekat kubur;

"Hai sahabat Muhajirin dan Anshar, barang siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia adalah orang yang dilaknat oleh Allah SWT, dan tidak diterimanya daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya.

Demikianlah bagaimana kisah seorang yang rajin ibadah, sedekah dan berpuasa serta banyak lagi amal-amal lainnya, ia tetap masuk neraka dan sulit dalam sakaratul maut dikarenakan ia durhaka kepada kedua orangtuanya.

Jadi sangat penting bagi seorang pria untuk tetap berbakti kepada orangtuanya walaupun ia telah berkeluarga.

Karena ridho Allah Taala terletak pada ridho orangtua dan murkanya Allah Taala terletak pada murkanya orangtua.

Dan seperti hadits Rasulullah ketika didatangi oleh seorang laki-laki kemudian bertanya kepada Beliau "Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta kekayaan dan anak. Sementara ayahku berkeinginan menguasai harta milikku dalam pembelanjaan. Apakah yang demikian ini benar?
Maka Jawab Rasulullah, "Dirimu dan harta kekayaanmu adalah milik orangtuamu."

Demikianlah bagaimana kuatnya Rasulullah menekankan untuk berbakti kepada kedua orangtua.

Ayo apa kalian sudah ingat dan berbakti pada orang tua kalian, semoga kisah ini bisa kembali mengingatkan kita semua. amin..

Sumber: http://palembang.tribunnews.com

Leave a Comment