Saat Di USG, Terlihat Bayinya Sedang Tiup Gelembung Di Dalam Rahim. Saat Fakta Terungkap Si Ibu Menjerit Histeris!

Diberitakan dari Newsner, seorang ibu terkejut dengan hasil USG janinnya yang berusia 17 minggu.

Wanita itu bernama Tammy Gonzalez yang berasal dari Amerika.  Ia begitu syok ketika tahu jika gelembung di mulut janinnya adalah tumor langka dan fatal.

Dia memikirkan berbagai cara untuk menyelamatkannya.

AbcNews
AbcNews 

Leyna Gonzalez dari Miami, Amerika Serikat, adalah “anak kecil ajaib” yang tumbuh sehat.

Bertahun-tahun yang lalu, ibunya, Tammy Gonzalez, mengalami cobaan berat untuk menjaga Leyna dan membuatnya tetap hidup, karena ia adalah “malaikat kecil” dalam hidup buah hatinya.

Ketika Leyna berusia 17 minggu di dalam rahim, sang dokter menemukan sesuatu yang aneh saat melakukan pemeriksaan USG, dimana mereka melihat sebuah “gelembung” yang ditiupkan dari mulut janin.

“Apakah gelembung itu milik saya atau bayi saya?” tanya Gonzalez, saat dia menatap monitor USG kandungannya, menurut ABC News.


Para dokter kemudian mengkonfirmasi bahwa gelembung tersebut sebenarnya teratoma, tumor mulut langka dan berpotensi fatal, yang menyerang 1 dari 100.000 kasus kehamilan.

“Mereka mengatakan kepada saya bahwa jenis tumor tersebut bisa tumbuh begitu cepat,” kata Gonzalez.

“Saya pun memikirkan bahwa harus ada cara untuk menyelamatkannya,'” katanya kepada Miami Herald .

Dokter ginekolog Gonzalez, Jason James, memberinya dua pilihan, yakni menggugurkan kandungannya dengan sengaja, karena bayinya bisa memiliki sedikit kesempatan untuk bertahan hidup setelah kelahiran, atau tetap menjaga bayi tersebut, walaupun berisiko mengalami keguguran.

Gonzalez menolak menggugurkan bayinya. Dia mulai meneliti cara untuk menyelamatkan bayinya itu.

"Ini adalah perasaan paling mengerikan yang pernah Anda bayangkan, yang menguras tenaga fisik, emosional, mental saya,” kata Gonzalez.


“Saya bertanya kepada dokter ginekolog saya apakah ada cara lain selain dua pilihan tadi. Saya pun juga bertanya apakah ada seseorang yang bisa melakukan operasi janin yang masih berada di dalam rahim,” katanya.

Dia kemudian dirujuk ke Dr. Ruben Quintero, direktur Pusat Terapi Janin di Rumah Sakit Memorial Jackson di Miami.

Dua minggu kemudian, pada Mei 2010, Dr. Quintero dan timnya melakukan operasi rahim menggunakan endoskopi, sebuah prosedur medis yang belum pernah dilakukan sebelumnya.


Mereka memasukkan kamera kecil dan alat bedah melalui insisi berukuran seperempat inci di perut Gonzalez dan masuk ke kantung amnion.

Dengan gambar visual dari kamera dan ultrasound, ahli bedah dapat mengukur letak tumor berukuran persik itu, sebelum memotongnya dari mulut janin, menggunakan sinar laser.

Seluruh prosedur operasi itu pun berhasil dilakukan tanpa ada masalah.

“Rasanya beban dalam badan ini sudah terangkat dan melayang pergi. Setelah operasi selesai, saya akhirnya bisa melihat wajahnya tanpa memiliki tumor saat ia sudah lahir,”kata Gonzalez, yang terbangun setelah diberi anestesi lokal selama operasi.

© Abcnews
Lima bulan kemudian, pada 1 Oktober 2010, Leyna lahir, dengan berat sekitar 4 kg. Satu-satunya sisa operasi adalah “bekas luka kecil di bagian atas mulutnya.”

“Mereka (para dokter) adalah penyelamatnya,” kata Gonzalez yang berterima kasih pada para dokter sambil berkaca-kaca. “Dia tidak akan berada di sini tanpa mereka.”

nara sumber: http://palembang.tribunnews.com

Leave a Comment