Tiga Hari Tak Mau Masuk Sekolah, Dipaksa Oleh Ayahnya Akhirnya Siswa Kelas 5 SD Ini Akhiri Hidupnya. Ternyata Di Sekolah..

Entah apa yang terjadi pada dunia ini, Siswa kelas 5 SD mampu akhiri hidupnya sendiri.

Korban selalu dibully oleh teman-teman sekolahnya. Namanya NT (12), bocah malang asal Tatelu, Minahasa Utara.

NT yang juga diketahui sebagai salah satu siswa kelas 5 Sekolah Dasar di daerah Bolmong, Sulawesi Utara.

Dirinya ditemukan tergantung dengan seutas tali rafia di dapur rumahnya pada hari Rabu (7/2/2018) pukul 10.30 WITA kemarin.

Orang pertama yang menemukan jenazah korban tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, Fifi Turagan (45).

NT sendiri sudah ditinggal ibunya sejak usia satu tahun.

Setelah itu, dia dirawat dan dibesarkan oleh ayahnya sendiri.

Sonny Sondakh, salah seorang saksi mata, menuturkan bahwa pagi itu NT sempat ditegur ayahnya karena sudah tiga hari tak berangkat ke sekolah.

Beberapa saat kemudian, Fifi meninggalkan NT dirumah untuk membeli roti dan sereal.

Saat kembali dari warung, Fifi menemukan tubuh anaknya sudah menggantung di dapur rumah.

Tangis pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban itu pecah kala melihat anak yang dia urus sendiri dari usia satu tahun mengakhiri hidupnya.

Fifi berteriak dan meminta tolong tetangga di sekitarnya.

Mereka pun segera membawa NT untuk pergi ke rumah sakit, namun nyawa bocah berusia 12 tahun itu sudah tiada.

Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan menuturkan bahwa dugaan sementara NT meninggal karena bunuh diri.

Mengingat tidak ditemukan sejumlah luka dan indikasi kekerasan lain pada tubuh NT.

"Dia naik di bangku dan melepas pijakannya," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusut perihal dugaan "bullying" yang sampai membuat korban mengakhiri hidupnya.

Tribunstyle melansir dari Tribun Manado (10/2/2018), "Kami akan mengimbau kepada masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," kata dia.

Dia meminta orangtua dan guru untuk lebih memperihatikan serta mengawasi kondisi anak-anak selama di sekolah.

Bila perlu memberikan sanksi keras sebagai tata tertib murid di sekolah apabila terdapat bully di sekolah.

NT sendiri merupakan bocah yang pendiam di sekolah.

Dugaan bullying muncul setelah NT tidak mau bersekolah lagi selama tiga hari.

"Tadi saya koordinasi dengan kepala sekolahnya. Katanya dia di sekolah sering diejek teman-temannya. Dia meresa minder. Jadi dia diduga depresi karena dibully teman-temannya, sehingga mengakhiri hidupnya," jelasnya.

Astaga semoga kejadian mengerikan seperti ini tidak terjadi lagi.

sumber: http://style.tribunnews.com

Leave a Comment